Carbonyl Condensation Reaction
CARBONYL
CONDENSATION REACTION
Reaksi kondensasi senyawa
karbonil banyak dilakukan karena merupakan salah satu jalan pintas untuk
menciptakan rantai karbon baru. Reaksi ini terjadi antara dua senyawa yang
memiliki gugus karbonil dengan bantuan basa. Seperti adisi nukleofilik pada
gugus karbonil, salah satu senyawa berperan sebagai nukleofilik oleh bantuan
basa. Mekanisme reaksi umum:
Reaksi
Kondensasi ialah reaksi kimia dimana dua molekul bergabung
menjadi satu, dan melepaskan molekul
yang kecil. Jika molekul kecil itu adalah
air, maka reaksinya disebut reaksi dehidrasi. Molekul lainnya yang
mungkin menyertai reaksi kondensasi sepertiasam klorida, methanol dan asam
asetat.
Contoh sederhana dari reaksi kondensasiialah
reaksi yang terjadi pada dua molekulasam amino yang membentuk ikatanpeptide dan
melepaskan molekul air.
Mekanisme Reaksi Kondensasi :

Tahap pertama
dari reaksi ini ialah transfer proton
dari katalis ke oksigen pada alcohol untuk membentuk ion alkiloksonium :

Tahap kedua
ialah serangan nukleofilik darimolekul
alcohol ke ion alkiloksonium dari tahap pertama :

Tahap ketiga ialah deprotonasi
produk yang dihasilkan pada tahap kedua untuk membentuk suatu eter, dan katalis
akan terbentuk kembali.

Adapun
reaksi untuk katalis asam :

Kondensasi
aldol merupakan suatu reaksi adisi dimana tidak dilepaskannya suatu molekul
kecil. Bila suatu aldehid diolah dengan basa NaOH dalam air, ion enolat yang
terjadi cepat bereaksi pada gugus karbonil dari molekul aldehid yang lain.
Hasilnya ialah adisi suatu molekul aldehid ke molekul aldehid yang lain (Fessenden
dan Fessenden, 1986).
Reaksi
yang menghasilkan ikatan karbon-karbon baru merupakan sesuatu yang sangat
berguna bagi pakar kimia organik, biokimia dan ahli-ahli yang membutuhkan
sintesis molekul kimia organik yang besar dari molekul kimia yang kecil. Reaksi
Grignard merupakan salah satu bentuk penggunaan reaksi tersebut untuk menghasilkan
kerangka karbon. Reaksi kondensasi adalah reaksi dimana dua molekul senyawa
organik tergabung, dengan atau tanpa mengeluarkan suatu senyawa molekul (Pudjaatmaka
dan Qodratullah., 2004).
Kondensasi
aldol yang paling sederhana adalah gabungan dua molekul asetaldehida, yang
terjadi jika larutan aldehida diberi larutan basa. Reaksi kondensasi aldol terjadi
dalam 3 tahap, yaitu:
1. Tahap
I, hidrogen α dari aseton membentuk anion enolat.
2. Tahap
II, anion bereaksi dengan karbon karbonil dari senyawa benzaldehida membentuk
ikatan karbon baru. Karena aseton mempunyai 2 atom hidrogen yang relatif, maka
akan kembali beradisi dengan benzaldehida membentuk ikatan baru yang lebih
panjang.
3. Tahap
III, ion alkoksida yang terbentuk pada tahap II menerima proton dari pelarut,
dan menghasilkan ion hidroksida yang diperlukan pada tahap I.
Senyawa
2,5-bis-benzilidena siklopentanon merupakan senyawa karbonil α-β- tak jenuh
yang dapat dihasilkan dari dehidrasi senyawa β-hidroksi karbonil. Dehidrasi
senyawa β-hidroksi karbonil sangat mudah terjadi karena adanya hidrogen α
berada dalam bentuk enolat. Selain itu, produk yang terjadi dalam bentuk
konjugasi yang secara termodinamika jauh lebih stabil dibandingkan reaktan-reaktannya
(Irawati, at al., 2006).
Kondensasi aldol
yang diikuti dehidrasi menggunakan 4-dimetilamino benzaldehida dan aseton akan
menghasilkan 4-dimetilamino benzalaseton. Salah satu faktor yang mempengaruhi
rendemen 4-dimetilamino benzalaseton yang dihasilkan adalah kadar katalisator,
kecepatan dan waktu reaksi. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang
pengaruh kadar katalisator dengan lama dan kecepatan pengadukan pada sintesis
4-dimetilamino benzalaseton menggunakan NaOH sebagai katalisator. Pembuatan
4-dimetilamino benzalaseton dilakukan melalui mekanisme reaksi kondensasi aldol
antara aldehida aromatik (4-dimetilamino benzaldehida) dan keton (aseton),
diikuti oleh dehidrasi, dalam suasana basa kuat NaOH (Susanty, at al., 2007).
Pembentukan
senyawa aromatik dapat berlangsung melalui reaksi kondensasi dan
dehydrosklisasi molekul isobutelena daripada melalui reaksi siklisasi dienon.
Sedangkan isobutilena sendiri berasal dari hasil dekomposisi MSO ataupun DAA
pada temperatur tinggi. Reaksi aldol kondensasi dengan adanya katalis akan
lebih mempercepat laju reaksi. Secara prinsip semakin asam permukaan katalis,
semakin tinggi kinerja ZSM-5 ( Setiadi, 2005).
PERMASALAHAN
:
1. Dalam blog saya disbutkan bahwa katalis yg digunakan untuk kondensasi ini adalah naoh, mengapa harus naoh yg digunakan sebagai katalisnya memgapa tidak H2SO4 saja dan apa saja katalis yang biasanya digunakan dalam kondensasi?
2.Dalam blog saya disebutkan bahwa kondensasi aldol mudah mengalami dehidrasi mengapa reaksi ini mudah mengalami dehidrasi dan apa faktor yg menyebabkan nya?
1. Dalam blog saya disbutkan bahwa katalis yg digunakan untuk kondensasi ini adalah naoh, mengapa harus naoh yg digunakan sebagai katalisnya memgapa tidak H2SO4 saja dan apa saja katalis yang biasanya digunakan dalam kondensasi?
2.Dalam blog saya disebutkan bahwa kondensasi aldol mudah mengalami dehidrasi mengapa reaksi ini mudah mengalami dehidrasi dan apa faktor yg menyebabkan nya?
Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan yang kedua yaitu
ReplyDeletealdehida dapat membentuk ion enolat dalam basa. Suatu senyawa karbonil
β
-hidroksi seperti sebuah aldol mudah mengalami dehidrasi% karena ikatan rangkapdalam produk berkon"ugasi dengan gugus karbonilnya. 'ila dehidrasimenghasilkan suatu ikatan rangkap yang berkon"ugasi dengan suatu cincinaromatik maka dehidrasi berlangsung spontan. )ondensasi antara aldehida atau keton dengan karbonil dari aldehida atauketon yang lain disebut konensasi aldol silang *cross aldol condensation+. ,eaksiini dapat ter"adi karena suatu aldehida tanpa hidrogen
α
tidak dapat membentuk ion enolat sehingga tidak dapat berdimerisasi dalam suatu kondensasi aldol. api "ika aldehida ini dicampur dengan aldehida atau keton lain yang memiliki /α
maka kondensasi keduanya dapat ter"adi. Suatu kondensasi aldol silang sangat berguna bila hanya satu senyawa karbonil yang memiliki /α. Jika tidak maka akan diperoleh suatu produk campuran.
saya akan mencoba menjawab permasalahan ke 2.
ReplyDeleteEnol bersifat nukleofilik pada karbon-α, sehingga mengakibatkan ia dapat menyerang senyawa karbonil yang terprotonasi, menghasilkan aldol setelah deprotonasi. Biasanya akan terjadi dehidrasi dan menghasilkan senyawa karbonil takjenuh. Jika katalis yang digunakan merupakan basa yang moderat seperti ion hidroksida atau sebuah alkoksida, reaksi aldol akan terjadi melalui serangan nukleofilik oleh enolat pada gugus karbonil molekul lain yang terstabilisasi oleh resonansi. Produk reaksi ini adalah garam alkoksida dari produk aldol. Aldol itu sendiri akan terbentuk dan dapat mengalami dehidrasi, menghasilkan senyawa karbonil takjenuh.
Baiklah saya akan menjawab permasalahan pertama selain naoh dlm kondensasi bisa juga menggunakan Perpanjangan rantai karbon melalui reaksi kondensasi aldol menggunakan katalis
ReplyDeleteheterogen lebih menguntungkan karena memiliki aktivitas katalitik, serta selektivitas yang
tinggi dibandingkan katalis homogen. Katalis heterogen juga mudah dipisahkan dari produk
maupun reaktan setelah proses reaksi selesai, dapat diregenerasi dan digunakan kembali, serta
lebih ramah lingkungan. Saya tinjau dari hasil penelitian.
Saya akan menjawab pertanyaan no 2 dimna karena ikatan rangkap produk
ReplyDeleteberkonjugasi dengan gugus karbonilnya dan juga dehidrasi akan berlangsung spontan jika
menghasilkan produk dengan ikatan rangkap yang
berkonjugasi dengan cincin aromatik.
Faktornya mungkin bisa dengan katalis yang kita gunakan
Saya akan menjawab pertanyaan no 2 dimna karena ikatan rangkap produk
ReplyDeleteberkonjugasi dengan gugus karbonilnya dan juga dehidrasi akan berlangsung spontan jika
menghasilkan produk dengan ikatan rangkap yang
berkonjugasi dengan cincin aromatik.
Faktornya mungkin bisa dengan katalis yang kita gunakan
ondensasi antara aldehida atau keton dengan karbonil dari aldehida atauketon yang lain disebut konensasi aldol silang *cross aldol condensation+. ,eaksiini dapat ter"adi karena suatu aldehida tanpa hidrogen
ReplyDeleteα
tidak dapat membentuk ion enolat sehingga tidak dapat berdimerisasi dalam suatu kondensasi aldol.
Saya akan menjawab pertanyaan no 2 dimna karena ikatan rangkap produk
ReplyDeleteberkonjugasi dengan gugus karbonilnya dan juga dehidrasi akan berlangsung spontan jika
menghasilkan produk dengan ikatan rangkap yang
berkonjugasi dengan cincin aromatik.
Faktornya mungkin bisa dengan katalis yang kita gunakan
No 2
ReplyDeleteJika katalis yang digunakan merupakan basa yang moderat seperti ion hidroksida atau sebuah alkoksida, reaksi aldol akan terjadi melalui serangan nukleofilik oleh enolat pada gugus karbonil molekul lain yang terstabilisasi oleh resonansi. Produk reaksi ini adalah garam alkoksida dari produk aldol.
saya akan menjawab permasalahan no1.
ReplyDeletenaoh dlm kondensasi bisa juga menggunakan Perpanjangan rantai karbon melalui reaksi kondensasi aldol menggunakan katalis
heterogen lebih menguntungkan karena memiliki aktivitas katalitik, serta selektivitas yang
tinggi dibandingkan katalis homogen. Katalis heterogen juga mudah dipisahkan dari produk maupun reaktan setelah proses reaksi selesai, dapat diregenerasi dan digunakan kembali, serta lebih ramah lingkungan.
Nomor 2.
ReplyDeleteKondensasi aldol adalah adisi nukleofilik terhadap gugus karbonil dari ion enolat dengan produk reaksi -hidroksi keton atau -hidroksi aldehida, dimana senyawa yang diserang enolat dan gugus karbonil adalah dua senyawa yang sama yaitu enolat dan gugus karbonil. Syarat aldehida untuk dapat berkondensasi aldol adalah dengan adanya H pada gugus karbonil sehingga aldehida dapat membentuk ion enolat dalam basa. Sebuah aldol mudah mengalami dehidrasi pada suatu senyawa karbonil - hidroksi, karena ikatan rangkap dalam produk berkonjugasi dengan gugus karbonilnya. Apabila dehidrasi terjadi secara spontan, maka dehidrasi tersebut akan menghasilkan suatu ikatan rangkap yang terkonjugasi dengan suatu cincin aromatik (Bruice, 2007).
Nomor 2.
ReplyDeleteKondensasi aldol adalah adisi nukleofilik terhadap gugus karbonil dari ion enolat dengan produk reaksi -hidroksi keton atau -hidroksi aldehida, dimana senyawa yang diserang enolat dan gugus karbonil adalah dua senyawa yang sama yaitu enolat dan gugus karbonil. Syarat aldehida untuk dapat berkondensasi aldol adalah dengan adanya H pada gugus karbonil sehingga aldehida dapat membentuk ion enolat dalam basa. Sebuah aldol mudah mengalami dehidrasi pada suatu senyawa karbonil - hidroksi, karena ikatan rangkap dalam produk berkonjugasi dengan gugus karbonilnya. Apabila dehidrasi terjadi secara spontan, maka dehidrasi tersebut akan menghasilkan suatu ikatan rangkap yang terkonjugasi dengan suatu cincin aromatik (Bruice, 2007).
saya akan menjawab permasalahan no1.
ReplyDeletenaoh dlm kondensasi bisa juga menggunakan Perpanjangan rantai karbon melalui reaksi kondensasi aldol menggunakan katalis
heterogen lebih menguntungkan karena memiliki aktivitas katalitik, serta selektivitas yang
tinggi dibandingkan katalis homogen. Katalis heterogen juga mudah dipisahkan dari produk maupun reaktan setelah proses reaksi selesai, dapat diregenerasi dan digunakan kembali, serta lebih ramah lingkungan.
Baiklah saya akan menjawab permasalahan pertama selain naoh dlm kondensasi bisa juga menggunakan Perpanjangan rantai karbon melalui reaksi kondensasi aldol menggunakan katalis
ReplyDeleteheterogen lebih menguntungkan karena memiliki aktivitas katalitik, serta selektivitas yang
tinggi dibandingkan katalis homogen. Katalis heterogen juga mudah dipisahkan dari produk
maupun reaktan setelah proses reaksi selesai, dapat diregenerasi dan digunakan kembali, serta
lebih ramah lingkungan. Saya tinjau dari hasil penelitian.