Proccess and Combinatorial Chemistry

PROSES KIMIA DAN KIMIA KOMBINATORIAL A. Process Chemistry Proses kimia merupakan cabang dari kimia farmasi yang berhubungan dengan pengembangan dan optimasi dari skema sintesis dan prosedur percontohan untuk memproduksi senyawa dalam mengembangkan obat. Proses kimia berbeda dengan kimia medis, dimana merupakan cabang kimia farmasi yang berperan dalam merancang dan mensintesis molekul pada fase penemuan obat awal. Efisiensi biaya adalah sangat penting dalam proses kimia dan, akibatnya, adalah fokus dalam pertimbangan rute sintetis pabrik percontohan. Substansi obat yang diproduksi, sebelum formulasi, biasanya disebut sebagai bahan farmasi aktif (API) dan akan disebut demikian di sini. Biaya produksi API dapat dibagi menjadi dua komponen: “biaya material” dan “biaya konversi.” [2] Dampak ekologi dan lingkungan dari proses sintetis juga harus dievaluasi dengan metrik yang tepat (misalnya EcoScale). Proses kimia sering digambarkan sebagai peningkatan reaksi, menggunakan jumlah kecil yang dilakukan di laboratorium menjadi jumlah yang lebih besar yang diperlukan untuk pengujian lebih lanjut, dan untuk produksi komersial. Proses kimia membutuhkan perpaduan antara pengetahuan teoretis dan praktis. Selain menciptakan produk yang diinginkan, ahli proses kimia harus selalu mengatur biaya menjaga keselamatan. Sebagai contoh, mencoba untuk menghindari mutagen dan karsinogen (atau menggunakannya di awal sintesis sehingga dapat dibersihkan sebelum produk akhir) dan menggunakan reagen mahal hanya nanti dalam proses (ketika ada lebih sedikit limbah). Kimia yang berkelanjutan (atau green) semakin penting dan menambah tingkat kompleksitas lain pada sistem. B. Combinatorial Chemistry Kimia kombinatorial terdiri dari metode sintetis kimia yang memungkinkan untuk menyiapkan sejumlah besar (puluhan hingga ribuan atau bahkan jutaan) senyawa dalam satu proses. Senyawa ini dapat dibuat sebagai campuran, suatu senyawa atau struktur kimia yang dihasilkan menggunakan perangkat lunak komputer. Kimia kombinatorial dapat digunakan untuk sintesis molekul kecil dan untuk peptida. Kimia kombinatorial mulai digunakan oleh industri pada tahun 1990-an. Namun sebenarnya,perkembangannya sudah dimulai pada tahun 1960-an ada penelitian tentang sintesis fase padat dari peptide, komponen protein oleh Robert Bruce Merrifield dari Rockfeller University. Kemudian teknik sintesis ini dikembangkan lebih lanjut oleh H.Maro Geysen pada tahun 1980-an. Kimia kombinatorial telah berkembang dan mempercepat proses sintesis bahan-bahan kimia. Dalam kimiakombinatorial, zat-zat kimia tidak direaksikan satuper satu sebagaimana dilakukan pada awalnya (caratradisional), tetapi direaksikan secara bersamaan danmenghasilkan molekul baru hasil sintesis dalamjumlah besar yang meningkat secara eksponesial.Penggunaan kaidah menghitung memungkinkananalisis terhadap kemungkinan jumlah yang dapat dihasilkan melalui suatu proses sintesis. Kimiakombinatorial paling besar manfaatnya di bidangfarmasi. Ilmu komputer juga berpengaruh terhadapkimia kombinatorial di bidang ini Dalam menghitung semua kemungkinan pengaturanobjek secara kombinatorial, ada dua kaidah dasar penghitungan, yaitu: 1. Kaidah perkalian (rule of product ): Misalnya ada dua buah percobaan yang dilakukan secara bersamaan, yaitu percobaan 1 dengan hasil sejumlah N1dan percobaan 2 dengan hasil sejumlah N2, jumlah seluruh kemungkinan adalah N1xN2 2. Kaidah penjumlahan (rule of sum): Sama seperti contoh sebelumnya, dimisalkan ada dua buah percobaan, percobaan 1 dan percobaan 2, dengan hasil masing-masing sejumlah N1 dan N2, tetapi hanya salah satu dari kedua percobaan yang dilakukan. Dalam hal ini, jumlah seluruh kemungkinan adalah N1 + N2 Kaidah menghitung ini dapat diperluas untuk lebih dari dua percobaan yang saling lepas, yaitu dengan perkalian atau penjumlahan berulang sebanyak jumlah percobaan yang dilakukan, yaitu N 1× N 2 × …× Nn untuk kaidah perkalian, dan N1+ N 2+ …+ N untuk kaidah penjumlahan. Prinsip dasar dari kimia kombinatorial adalah membuat senyawa yang berbeda dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan, dibandingkan mensintesis senyawa secara konvensioal satu persatu dan mengidentifikasi senyawa yang paling menjanjikan untuk pengembangan berikutnya. Karakteristik dari sintesis kombinatorial yaitu dapat menghasikan senyawa yang berbeda secara simultan dibawah kondisi reaksi yang sama dengan cara sistematik, sehingga produk dari semua kombinasi yang mungkin dari starting material akan diperoleh sekaligus. Kumpulan dari senyawa akhir yang disintesis disebut sebagai combinatorial library. (A) Secara umum, dalam sintesis konvensional mensintesis satu starting material A dengan reagen B untuk menghasilkan AB, (B) sintesis kombinatorial berbeda jenis jenis building block : A (A1-An) ditreat secara simultan dengan building blok yang berbeda jenis dari B (B1-Bn) berdasarkan prinsip kombinatorial misalnya setiap starting material A bereaksi secara terpisah dengan semua reagen B menghasilkan combinarotial library A1-nB1-n. Kimia kombinatorial berdasarkan pada efisiensi, sintesis parallel pada banyak senyawa kimia yang dapat dihasilkan dalam suatu library dibandingkan jumlah tahap yang digunakan dalam sintesis. Inti dari sintesis kombinatorial yaitu kemampuan dalam menghasilkan sejumlah besar senyawa kimia dengan sangat cepat. Kimia kombinatorial juga dimulai dari suatu penilaian ulang metode tradisional dari sintesis organic. Combinatorial libraries Definisinya yaitu kumpulan akhir dari senyawa yang disintesis. Ukurannya tergantung pada jumlah building block yang digunakan per reaksi dan jumlah tahapan reaksi, dimana suatu building block baru terbentuk. Pada umumnya terdiri dari 102 hingga 105 senyawa. Sintesis paralel melibatkan terjadinya beberapa reaksi, masing-masing dalam wadah terpisah, sekaligus bukan secara seri. Seperti metode split and pool, itu menghasilkan produksi beberapa senyawa pada saat yang bersamaan. Namun, tidak seperti split pool, sintesis paralel menghasilkan senyawa individu, bukan campuran. Pada sintesis paralel, setiap senyawa disiapkan secara independen. Suatu reaktan merupakan yang pertama berikatan dengan permukaan polymer bead, lalu ditempatkan pada sumur kecil di piring kaca 96-well. Eksekusi reaksi kimia membutuhkan waktu dan selama waktu itu tidak hanya satu tetapi serangkaian reaksi dapat direalisasikan. Setiap reaksi sintetis dimulai dalam bejana reaksi yang berbeda dan semua operasi yang diperlukan dijalankan secara paralel. Kelima pemangkas disintesis pada solid support (P) dalam bejana reaksi 1 sampai 5. Pada akhir sintesis, masing-masing trimer dipisah dari penopang secara satu per satu dan dikumpulkan di salah satu dari lima bejana yang ditujukan untuk menyimpan produk akhir. Gambar tersebut menunjukkan bahwa dalam sintesis paralel jumlah bejana reaksi sama dengan jumlah senyawa yang harus disiapkan. Jumlah operasi secara praktis sama seperti dalam sintesis satu per satu dari senyawa yang sama karena pelarut dan pereaksi harus dipindahkan secara bersambung ke setiap bejana reaksi. Keuntungan sebenarnya adalah waktu reaksi untuk mensintesis senyawa 5 hampir sama dengan menyiapkan satu senyawa. Rangkaian senyawa yang disiapkan oleh paralel dan metode kombinatorial lainnya disebut compound libraries. Manfaat sintesis paralel yaitu menciptakan senyawa secara individual dan di dalam bejana masing-masing. Dengan demikian identitas produk sudah diketahui, berarti langkah dekonvolusi yang memakan waktu dan mahal dilewati. Namun, jumlah bejana yang dibutuhkan untuk proses ini banyak, dan jumlah reaksi yang dilakukan bahkan lebih besar. Sintesis fasa padat secara tradisional merupakan teknik yang paling populer, tetapi teknik baru untuk sintesis fasa solusi kini muncul. Dalam sintesis fase padat, senyawa awal melekat pada bead resin yang tidak larut. Ada berbagai jenis penghubung yang digunakan untuk ini. Bahan resin yang paling sering digunakan dalam kimia kombinatorial adalah polistirena yaitu 1-2% divinylbenzene. Reagen ditambahkan ke larutan, dan produk yang dihasilkan dapat diisolasi dengan penyaringan sederhana, yang menjebak bead sementara reagen berlebih dicuci. Kemudahan isolasi ini adalah salah satu keuntungan terbesar sintesis fase padat. Ini membuatnya sangat berguna untuk reaksi multi-step, karena intermediet yang dihasilkan dari setiap langkah dapat diisolasi dengan cepat menggunakan metode ini. Penggunaan sintesis fase solution sedang meningkat, dengan beberapa teknik yang tersedia. Tantangan terbesar dengan sintesis fase solution adalah isolasi produk, dan cara mengotomatisasi ini. Resin pertukaran ion saat ini digunakan. Ini menghapus produk sampingan dan karena itu menghilangkan kebutuhan dalam perkerjaan berair. Fase-kimia fluor adalah metode lain yang memudahkan ekstraksi produk akhir. Senyawa awal memiliki gugus perflourinated yang melekat padanya. Setelah reaksi selesai, produk dapat diisolasi dengan menggunakan pelarut fluorokarbon, yang secara khusus akan diekstraksi oleh senyawa tersebut. Penghapusan kelompok perfluorinated menghasilkan produk akhir yang diinginkan. C. BERBAGAI REAKSI KIMIA Sintesis kimia berawal dari reaksi-reaksi kimia. Ada berbagai reaksi kimia berdasarkan jenisnya, seperti misalnya 3.1 Reaksi Asam-Basa Reaksi ini melibatkan senyawa dengan dua sifat yang berlawanan, yakni asam dan basa. Ada tiga teori untuk menjelaskan perbedaan antara asam dan basa, yaitu Menurut teori Arrhenius, reaksi asam-basa berlangsung di dalam air (H2O). Persamaan secara umumnya asam + basa → garam + H 2O Sebagai contoh, reaksi antara asam hidroklorida, HCl, dengan natrium hidroksida (NaOH), yang bersifat basa, dituliskan sebagai HCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl(aq) + H2 O Karena hasil reaksi, yaitu air, bersifat netral (keasamannya), reaksi ini disebut reaksi netralisasi. Karena asam dan basa mengion seluruhnya, dalam hal ini, ion natrium (Na+ ) dan klorida (Cl–) berperan sebagai ion pengamat (spectator ions), sehingga dapat diabaikan. 1. Reaksi Reduksi-Oksidasi Reaksi ini melibatkan perpindahan elektron pada pereaksinya, dari reaksi ini, dari pertukaran elektron ini, dapat terbentuk (beberapa) zat baru. Reaksi reduksi adalah reaksi yang melibatkan penerimaan elektron pada suatu atom atau senyawa, sementara reaksi oksidasi adalah reaksi yang melibatkan pelepasan elektron. Agar dapat berlangsung, sintesis fase padat memerlukan beberapa komponen, yaitu 1) Bahan polimer yang inert (tidak tergantung) terhadap kondisi sintesis 2) Pengait substrat (zat-zat yang direaksikan) 3) Strategi perlindungan untuk dapat melakukan proteksi atau deproteksi secara selektif terhadap gugus-gugus reaktif Sintesis kimia secara kombinatorial pada fase padat memanfaatkan suatu proses yang dinamakan sebagai sintesis “campur dan pisahkan”. Proses ini dilakukan dengan membagi bahan pendukung reaksi berupa resin ke dalam beberapa porsi. Setelah itu, tiap-tiap porsi dimasukkan ke dalam masing-masing pereaksi untuk mengaktifkan pereaksi. Setelah reaksi pengaktifan selesai, dilakukan pencucian untuk membersihkan sisa-sisa pereaksi sisa berlebih. Kemudian, porsi-porsi tersebut dicampurkan secara merata. Setelah proses pencampuran, hasil reaksinya kemudian boleh jadi dipisah-pisahkan lagi ke dalam sejumlah porsi. Reaksi dalam sintesis ini menghasilkan jumlah yang lengkap dari senyawasenyawa dimer (senyawa yang strukturnya merupakan gabungan dari dua buah komponen penyusun) yang mungkin terbentuk. D. Aplikasi dan Perkembangan Kimia Kombinatorial Manfaat terbesar dari kimia kombinatorial adalah penemuan bahan-bahan baru, khususnya di bidang farmasi. Proses pembuatan bahan obat-obatan dapat melibatkan proses pemisahan maya (virtual screening), yaitu menggunakan simulasi dengan bantuan komputer, juga pemisahan secara nyata (real), yang dilakukan secara eksperimen Metode komputasi pada virtual screening dalam pembuatan obat-obatan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu prediksi atau simulasi bagaimana suatu senyawa tertentu bereaksi dengan protein sasaran tertentu. Simulasi dengan komputer ini berguna, khususnya dalam membuat hipotesis atau merencanakan penyempurnaaan terhadap bahan obatobatan yang sudah ada. PERMASALAHAN : 1. Apabila senyawa kalkon disintesis dengan metode kimia kombinatorial, apa yang akan terjadi? 2. Bagaimana perbedaan sintesis solid phase dan sintesis solution phase? Mengapa metode sintesis paralel lebih sering digunakan dalam membuat obat? 3. Kimia kombinatorial memiliki aplikasi dalam penemuan bahan-bahan baru, khususnya di bidang farmasi, meskipun pengujian dapat dilakukan secara maya,tetap dibutuhkan eksperimen secara nyata agar suatu senyawa hasil uji dapat dimanfaatkan secara nyata. Penggunaan pemisahan secara maya memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan eksperimen secara langsung. Apa saja keunggulan tersebut? 4. Proses sintesis kombinatorial ada yang melalui fase padat, Apa saja komponen agar dapat berlangsungnya sintesis fasa padat tersebut? Dan Apa kekurangan dari Proses Sintesis Kombinatorial pada Fase Padat?

Comments

  1. Saya akan menjawab permasalahan kedua
    Penggunaan sintesis fase solution sedang meningkat, dengan beberapa teknik yang tersedia. Tantangan terbesar dengan sintesis fase solution adalah isolasi produk, dan cara mengotomatisasi ini. Resin pertukaran ion saat ini digunakan. Ini menghapus produk sampingan dan karena itu menghilangkan kebutuhan dalam perkerjaan berair. Fase-kimia fluor adalah metode lain yang memudahkan ekstraksi produk akhir. Senyawa awal memiliki gugus perflourinated yang melekat padanya. Setelah reaksi selesai, produk dapat diisolasi dengan menggunakan pelarut fluorokarbon, yang secara khusus akan diekstraksi oleh senyawa tersebut. Penghapusan kelompok perfluorinated menghasilkan produk akhir yang diinginkan.

    ReplyDelete
  2. Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Melalui pendekatan ini dapat dibuat turunan kalkon dengan berbagai variasi substituen pada kedua cincin benzen sehingga menghasilkan perpustakaan molekul kalkon. Perpustakaan molekul kalkon akan berguna untuk menjelaskan antara struktur kimia denagan aktivitas biologinya dan sangat berguna untuk tujuan terapeutik seperti mencari aktivitas biologis tertentu misalnya antimikroba, antikanker, antiinflamasi dan lain-lain.
    Dengan cara menginkubasi keduanya, lalu di tambahkan bakteri pseudomonas putida, yg mana bakteri tersebut dapat mengokaidasi (S) Nikotina

    ReplyDelete
  3. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan yabg kedua yaitu Pada sintesis solid phase, akan dihasilkan campuran beberapa produk, akan tetapi jumlahnya sedikit, isolasi sederhana dari produk secara filtrasi, lalu memerlukan tahapan reaksi ekstra yaitu linkage dan cleavage. Sedangkan pada solution phase, produk yang dihasilkan hanya satu dan jumlah yang banyak, pemurniannya lebih sulit, tetapi tahapan reaksi ekstra tidak diperlukan.
    Penggunaan metode sintesis paralel, dikarenakan produk yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tidak kompleks, sehingga pemisahan dari polimer lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu dengan metode paralel, produk yang dihasilkan hanyalah satu produk.

    ReplyDelete
  4. Saya akan menjawab permasalahan 3. Agar dapat berlangsung, sintesis fase padat memerlukan beberapa komponen, yaitu

    Bahan polimer yang inert (tidak tergantung) terhadap kondisi sintesis
    Pengait substrat (zat-zat yang direaksikan)
    Strategi perlindungan untuk dapat melakukan proteksi atau deproteksi secara selektif terhadap gugus-gugus reaktif
    Sintesis kimia secara kombinatorial pada fase padat memanfaatkan suatu proses yang dinamakan sebagai sintesis “campur dan pisahkan”. Proses ini dilakukan dengan membagi bahan pendukung reaksi berupa resin ke dalam beberapa porsi. Setelah itu, tiap-tiap porsi dimasukkan ke dalam masing-masing pereaksi untuk mengaktifkan pereaksi. Setelah reaksi pengaktifan selesai, dilakukan pencucian untuk membersihkan sisa-sisa pereaksi sisa berlebih. Kemudian, porsi-porsi tersebut dicampurkan secara merata. Setelah proses pencampuran, hasil reaksinya kemudian boleh jadi dipisah-pisahkan lagi ke dalam sejumlah porsi. Reaksi dalam sintesis ini menghasilkan jumlah yang lengkap dari senyawasenyawa dimer (senyawa yang strukturnya merupakan gabungan dari dua buah komponen penyusun) yang mungkin terbentuk.

    ReplyDelete
  5. Saya akan menjawab permasalahan anda nomor 2 :
    Penggunaan metode sintesis paralel, dikarenakan produk yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tidak kompleks, sehingga pemisahan dari polimer lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu dengan metode paralel, produk yang dihasilkan hanyalah satu produk.

    ReplyDelete
  6. Saya akan menjawab permasalahan anda nomor 2 :
    Penggunaan metode sintesis paralel, dikarenakan produk yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tidak kompleks, sehingga pemisahan dari polimer lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu dengan metode paralel, produk yang dihasilkan hanyalah satu produk.

    ReplyDelete
  7. Fase-kimia fluor adalah metode lain yang memudahkan ekstraksi produk akhir. Senyawa awal memiliki gugus perflourinated yang melekat padanya. Setelah reaksi selesai, produk dapat diisolasi dengan menggunakan pelarut fluorokarbon, yang secara khusus akan diekstraksi oleh senyawa tersebut.

    ReplyDelete
  8. No 1
    Perpustakaan molekul kalkon akan berguna untuk menjelaskan antara struktur kimia denagan aktivitas biologinya dan sangat berguna untuk tujuan terapeutik seperti mencari aktivitas biologis tertentu misalnya antimikroba, antikanker, antiinflamasi dan lain-lain.
    Dengan cara menginkubasi keduanya, lalu di tambahkan bakteri pseudomonas putida

    ReplyDelete
  9. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 4. Agar dapat berlangsung, sintesis fase padat memerlukan beberapa komponen yaitu Bahan polimer yang inert, Pengait substrat (zat-zat yang direaksikan) dan Strategi perlindungan untuk dapat melakukan proteksi atau deprotek sisecara selektif terhadap gugus-gugus reaktif. Dan Kekurangan sintesis fase padat untuk sintesis secara kombinatorial, antara lain bahan kimia yang berwujud padat terbatas dan sulit memantau proses sintesis .

    ReplyDelete
  10. Saya akan menjawab permasalahan ketiga.
    Manfaat terbesar dari kimia kombinatorial adalah penemuan bahan-bahan baru, khususnya di bidang farmasi. Proses pembuatan bahan obat-obatan dapat melibatkan proses pemisahan maya (virtual screening), yaitu menggunakan simulasi dengan bantuan komputer, juga pemisahan secara nyata (real), yang dilakukan secara eksperimen

    Metode komputasi pada virtual screening dalam pembuatan obat-obatan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu prediksi atau simulasi bagaimana suatu senyawa tertentu bereaksi dengan protein sasaran tertentu. Simulasi dengan komputer ini berguna, khususnya dalam membuat hipotesis atau merencanakan penyempurnaaan terhadap bahan obatobatan yang sudah ada.

    ReplyDelete
  11. Saya akan menjawab permasalahan anda nomor 2 :
    Penggunaan metode sintesis paralel, dikarenakan produk yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tidak kompleks, sehingga pemisahan dari polimer lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu dengan metode paralel, produk yang dihasilkan hanyalah satu produk.

    ReplyDelete
  12. permasalahan kedua
    Penggunaan sintesis fase solution sedang meningkat, dengan beberapa teknik yang tersedia. Tantangan terbesar dengan sintesis fase solution adalah isolasi produk, dan cara mengotomatisasi ini. Resin pertukaran ion saat ini digunakan. Ini menghapus produk sampingan dan karena itu menghilangkan kebutuhan dalam perkerjaan berair. Fase-kimia fluor adalah metode lain yang memudahkan ekstraksi produk akhir. Senyawa awal memiliki gugus perflourinated yang melekat padanya. Setelah reaksi selesai, produk dapat diisolasi dengan menggunakan pelarut fluorokarbon, yang secara khusus akan diekstraksi oleh senyawa tersebut. Penghapusan kelompok perfluorinated menghasilkan produk akhir yang diinginkan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Manipulasi Gugus Fungsi I

SYNTHESIS OF ALKYNES

Carbonyl Condensation Reaction