ALKYLATIONS
ALKYLATIONS
OF CARBONYL
Alkilasi Enolat
Enol (juga disebut sebagai alkenol)
adalah alkena yang mempunyai gugus hidroksil yang melekat pada karbon berikatan
rangkap dua. Enol dan senyawa karbonil (seperti keton dan aldehida) sebenarnya
adalah isomer; ini dikenal sebagai tautomerisme keto-enol: Bentuk enol
ditunjukkan pada gambar sebelah kiri. Biasanya ia tidak stabil dan berubah
dengan cepat menjadi bentuk keto (keton) pada gambar sebelah kanan. Hal ini
dikarenakan oksigen lebih elektronegatif daripada karbon, sehingga oksigen membentuk
energi ikatan rangkap yang lebih kuat. Ikatan ganda karbon-oksigen (karbonil)
lebih kuat dua kali lipat daripada ikatan tunggal karbon-oksigen, namun ikatan
ganda karbon-karbon lebih lemah daripada dua ikatan tunggal karbon-karbon (Wikipedia
bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).\
Hanya dalam senyawa 1,3-dkarbonil
dan 1,3,5-trikarbonil yang memiliki bentuk enol yang stabil. Hal ini disebabkan
oleh resonansi dan ikatan hidrogen antarmolekul yang terjadi pada bentuk enol
dan tidak mungkin terjadi pada bentuk keto. Oleh karenanya, pada kesetimbangan,
lebih dari 99% molekul propanadial (OHCCH2CHO) berbentuk monoenol. Persentase
tersebut lebih rendah untuk keton 1,3-aldehida dan diketon. Enol (dan enolat)
merupakan zat antara yang penting pada banyak reaksi organik.
Enols dan Anion enolat:
Proses dimana sebuah atom hidrogen terikat pada atom karbon karbonil α sebuah
senyawa (di-hidrogen atom α) bergerak ke atom oksigen karbonil dikenal sebagai
enolisasi atau-enol tautomerisme keto. Karbonil isomerik dan struktur enol
adalah tautomers. The Besarnya enolisasi tergantung pada keasaman-proton –
lebih asam di-proton, yang lebih mungkin yang enolisasi dan karenanya konstanta
kesetimbangan untuk tautomerisme K T akan lebih tinggi. Biasanya, bentuk
karbonil lebih disukai, namun faktor struktural dapat secara signifikan
mempengaruhi K T antara keto dan bentuk enol dikatalisis oleh asam dan dasar.
Dalam air asam, protonasi cepat gugus karbonil terjadi pertama, yang diikuti
dengan penghapusan α-proton oleh air di tingkat mengendalikan langkah menuju ke
enol (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure ).
Pada
kondisi dasar, abstraksi dari atom hidrogen-α adalah tingkat awal pengendali.
langkah. Proton abstraksi dari pelarut menyelesaikan proses enolisasi. Seperti
dapat dilihat, proses ini pada dasarnya reaksi asam-basa dan melibatkan
keseimbangan. senyawa Karbonil jauh lebih asam (kita jelas mengacu Bronsted
keasaman) dari Analog hidrokarbon mereka. enolat anion adalah dari dasar dan
senyawa karbonil konjugasi adalah resonansi stabil. Hal ini juga dapat
bertindak sebagai nukleofil – fakta ini dalam adalah dasar dari reaktivitas
mereka dalam berbagai reaksi antara dari alkilasi, reaksi aldol lebih reaksi
iodoform kompleks. Ide umum sebuah nilai-nilai berbagai asam karbon akan
membantu kita untuk memahami reaksi-reaksi yang lebih baik dan juga akan
memungkinkan kita untuk memutuskan apa dasar dapat digunakan untuk deprotonasi
diberikan proton dalam kondisi tertentu. tergantung pada sumber sedikit variasi
dalam jumlah yang mungkin sedemikian rupa sehingga keseimbangan akan hampir secara
eksklusif terhadap enolat (Kami menyebutnya sebagai deprotonasi dalam kondisi
kinetik.) (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure).
Enolat
dari aldehida, keton dan ester biasanya mengalami kondensasi reaksi karena mereka
juga mengandung sebuah gugus karbonil elektrofilik. Pembentukan enolat anion
jauh lebih lancer ketika dua kelompok
yang berdekatan dapat menstabilkan muatan negatif. Jenis senyawa yang sering
disebut sebagai senyawa metilen aktif – mereka. pKa memiliki nilai yang kurang
dibandingkan dengan air dan alcohol. enolat dihasilkan dari senyawa metilen
aktif sangat nukleofilik dan dapat mudah alkilasi dengan berbagai alkil halida
(elektrofil). Ketika dua atom hidrogen asam yang hadir pada atom karbon yang sama,
mono-dan dialkylation keduanya mungkin. Produk yang diperoleh merupakan fungsi
sederhana kuantitas reaktan yang digunakan. Dialkylation atau alkilasi
berturut-mono dengan dua yang berbeda β-keto pemakan menjalani dekarboksilasi
melalui asam β-keto yang sesuai yang sangat meningkatkan utilitas mereka dalam
sintesis organik. Produk setelah dekarboksilasi adalah dasarnya mirip dengan
yang diperoleh pada alkilasi enolat keton yang sesuai. (Prof. Santosh Gharpure
Prof Santosh Gharpure )
Salah satu reaksi yang paling
penting dari enolat adalah alkilasi oleh adanya perlakuan dengan alkil halida.
Reaksi ini sangat berguna untuk tujuan sintesis karena memungkinkan pembentukan
ikatan karbon-karbon baru, yaitu menggabungkan dua senyawa yang lebih kecil
menjadi molekul yang lebih besar. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang
nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar
‘leaving group’ melalui mekanisme
SN2. Reaksi dapat terjadi pada
atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom
karbon.
Sintesis Ester Malonat
Sintesis
ester malonat merupakan salah satu reaksi alkilasi karbonil yang
terkenal dan tertua dan merupakan
metoda yang bagus untuk membuat asam
asetat
yang tersubstitusi α dari alkil halida.
Reaksi Sintesis Senyawa Dari Ester Asetoasetat
Secara umum, produk reaksi dari ester malonat
atau ester asetoasetat adalah asam-asam asetat tersubtitusi atau aseton
tersubtitusi (Feassenden, 1982:171). Menurut Clayden sebagaimana dikutip oleh
Firdaus et al, (2013) berdasarkan struktur kimia dari etil asetoasetat,
diketahui bahwa senyawa ini memiliki posisi dua hydrogen α, yaitu hydrogen α
yang bertetangga dengan gugus karbonil keto serta hydrogen α yang diapit oleh
dua gugus karbonil.
\Keasaman kedua posisi hidrogen –α ini berbeda,
dimana hidrogen –α yang diapit oleh dua gugus karbonil bersifat lebih
asam (pKa =11) dibandingkan yang hanya bertetangga dengan
karbonil keto (pKa>20). Hal ini disebabkan
terjadinya kestabilan anion melalui delokalisasi
elektron pada kedua oksigen karbonil. Oleh
karena itu, pembentukan ion enolat terjadi
melalui pelepasan hidrogen –α yang diapit oleh dua gugus karbonil tersebut
(Fauziyah, 2015). Senyawa karbonil mempunyai keasaman yang jauh lebih besar
daripada analog hidrokarbonnya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gugus
karbonil untuk mengawas tempatkan muatan negative basa konjugasinya (Pine,
1988:304). Pembentukan ion enolat dari reaksi antara etil asetoasetat dan
natrium dalam etanol kering. Pelarut etanol yang digunakan haruslah bebas dari
air agar tidak bereaksi dengan natrium etoksida membentuk natrium hidroksida
(Firdaus, 2013). Reaksi alkilasi tidak terbatas hanya pada enolat dari dietil
malonat. Enolat lain juga menjalani reaksi SN2 dengan alkil halide untuk
menghasilkan produk teralkilasi. Enolat lain yang lazim digunakan adalah enolat
yang diperoleh dari etil asetoasetat (ester asetoasetat). Produk akhir alkilasi
ester asetoasetat adalah aseton tersubtitusi α (Feassenden, 1982:170). Jadi,
sebelum mengalami tahap selanjutnya dari sintesis ester asetoasetat, senyawa
ester asetoasetat ini terlebih dahulu diubah menjadi anion enolat oleh
perlakuan natrium etoksida, yang kemudian ion enolatnya akan dialkilasi melalui
reaksi SN2 dengan alkil halide. Pada proses alkilasi ini dapat dilakukan dua
kali jika diinginkan, hal ini dikarenakan ester asetoasetat memilki dua
hydrogen α.
Tahap-tahap dalam suatu sintesis ester
asetoasetat mirip dengan tahap-tahap sintesis ester malonat, yaitu sebagai
berikut:
1.
Pembuatan enolat

2. Alkilasi

3. Hidrolisis dan
Dekarboksilasi

(Feassenden, 1982:170-171).
Jadi, dapat disimpulkan hasil sintesis dari senyawa ester
asetoasetat akan menghasilkan suatu aseton tersubtitusi α. Untuk mendapatkan
senyawa aseton tersubtitusi tersebut dapat dilakukan melalui beberapa tahap.
Tahap sintesis ester asetoasetat tersebut dilakuan dengan mengubah senyawa
ester asetoasetat menjadi ion enolat dengan penambahan natrium etoksida, yang
kemudian dialkilasi melalui reaksi SN2 dengan alkil halide primer dan
dihidrolisis serta didekarboksilasi.
Contoh: Sintesis 3-metil-2-heksanon
Sintesis 3-metil-2-heksanon

PERMASALAHAN :
1. Sintesis ester malonat merupakan salah satu reaksi alkilasi karbonil yang terkenal dan tertua ,serta merupakan metoda yang bagus untuk membuat asam asetat yang tersubstitusi a dari alkil halida, apakah sintesis ester malonat ini dapat di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, jika iya maka bagaimana pengaplikasiannya? 2.
Pembentukan Enolat dapat dibentuk dengan menggunakan basa kuat ("kondisi keras") ataupun menggunakan asam Lewis dengan basa lemah ("kondisi lunak"). Apa yang terjadi Jika katalis yang digunakan merupakan basa yang moderat seperti ion hidroksida atau sebuah alkoksida ?


Saya akan menjawab permasalahan anda no 1 :
ReplyDeleteDimana bentuk yang terionisasi dari asam malonat, termasuk juga ester dan garamnya, dikenal sebagai malonat. Sebagai contoh, dietil malonat adalah etil ester dari asam malonat. Nama ini berasal dari Bahasa Latin malum, yang berarti apel.
Biokimia
Pada bit terdapat kandungan garam kalsium asam malonat yang tinggi. Dalam keadaan normal, ia berbentuk kristal putih. Asam malonat adalah inhibitor kompetitif, ia berkompetisi dengan suksinat dehidrogenase (kompleks II) pada proses fosforilasi oksidatif.
Sintesis organik
Proses pembuatan asam malonat klasik dimulai dari asam asetat[1]. Asam asetat diklorinasi, menghasilkan asam kloroasetat. Reaksi dengan natrium karbonat menghasilkan garam natrium, yang kemudian direaksikan dengan natrium sianida, menghasilkan garam siano asam asetat melalui substitusi nukleofilik. Gugus nitril dapat kemudian dihidrolisis dengan natrium hidroksida, menghasilkan natrium malonat. Proses pengasaman kemudian menghasilkan asam malonat yang diinginkan.
Reaksi organik
Contoh reaksi yang terkenal adalah kondensasi asam malonat dengan urea, menghasilkan asam barbiturat. Asam malonat sering digunakan sebagai enolat pada kondensasi Knoevenagel atau dikondensasi dengan aseton menghasilkan asam Meldrum.
Saya akan menjawab permasalahan 1. Enolat ester malonat biasanya dibuat dengan mengolah ester itu dengan natrium etoksida.yang disiapkan dengan melarutkan logam natrium dalam etanol takberair, etanol yang digunakan 95% bukan etanol yang biasa. Hal ini disebabkan karena etanol lebih berperan sebagai pelarut untuk reaksi itu. Kemudian ditambahkan dietil malonat. Ion etoksida merupakan basa yang labih kuat dari pada ion enolat ; oleh karena itu kesetimbangan asam-basa terletak pada sisi anion enolat yang terstabilkan oleh resonansi.
ReplyDeleteReaksi alkilasi adalah khas penukar ganti SN2 oleh suatu nukleofil. Metil halida dan alkil halida primer memberikan rendemen terbaik, sementara alkil halida sekunder memberikan rendemen yang lebih rendah karena adanya reaksi eliminasi yang menyaingi.
Jika ester malonat tersubtitusi ataupun tidak, dihidrolisis dalam larutan asam yang panas, terbentuklah suatu dwiasam-β dan dapat menjalani dekarboksilat. (kadang-kadang dekarboksilat baru terjadi pada saat dwiasam ini disuling).
Saya akan mencob menjawab permasalahan nomor 2.
ReplyDeleteEnolat hanya akan terdapat pada kondisi yang bebas asam Brønsted karena secara umum enolat bersifat sangat basa.
Senyawa 1,3-dikarbonil dan 1,3,5-trikarbonil sedikit asam karena adanya stabilisasi resonansi yang kuat yang terjadi ketika satu atom hidrogen dilepaskan (dari bentuk keto maupun enol). Resonansi enol memiliki analogi yang sama yang digunakan untuk menjelaskan keasaman fenol, yakni terjadi delokalisasi muatan negatif ion enolat ke karbon alfa. Ion-ion enolat ini sangatlah berguna dalam sintesis senyawa alkohol dan karbonil yang rumit. Ia sangat berguna karena karbon-α gugus enolat bersifat nukleofilik.
Pada keton (sejenis karbonil) dengan hidrogen-α yang asam pada kedua karbon di sebelah gugus karbonil, selektivitas deprotonasi dapat dicapai untuk mendapatkan enolat yang kita inginkan. Pada temperatur rendah (-78 °C, yakni dengan penangas es kering), pelarut aprotik, dan basa seperti LDA, proton "kinetik" dapat dilepaskan. Proton "kinetik" adalah proton yang secara sterik lebih mudah dijangkau. Di bawah kondisi termodinamik (temperatur yang lebih hangat, basa lemah, dan pelarut protik), kesetimbangan terjadi antara keton dengan dua enolat yang memungkinkan. Enolat yang difavoritkan diistilahkan sebagai enolat "termodinamik" dan difavoritkan karena ia memiliki aras energi yang lebih rendah dari enolat yang dimungkinkan lainnya.
Saya akan menjawab pertanyaan no 1 dimanfaatkan sebagai pereaksi sintetik dalam kimia organik. Sejumlah senyawa yang tidak dapat diperoleh dengan mudah dengan cara konvensional dapat disintesisi melalui penerapan senyawa metilen aktif.
ReplyDeleteEtil-asetoasetat, ester-asetoasetat, CH3-COCH2COOC2H5
Etilasetoasetat merupakan senyawa metilen aktif yang paling banyak dikenal. Etilasetoasetat dapat dibuat dengan jalan merefluks etilasetat dan Na-etoksida dalam etanol, kemudian diasamkan.
Baiklah Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
ReplyDeleteEnolat hanya akan terdapat pada kondisi yang bebas asam Brønsted karena secara umum enolat bersifat sangat basa.
Senyawa 1,3-dikarbonil dan 1,3,5-trikarbonil sedikit asam karena adanya stabilisasi resonansi yang kuat yang terjadi ketika satu atom hidrogen dilepaskan (dari bentuk keto maupun enol). Resonansi enol memiliki analogi yang sama yang digunakan untuk menjelaskan keasaman fenol, yakni terjadi delokalisasi muatan negatif ion enolat ke karbon alfa. Ion-ion enolat ini sangatlah berguna dalam sintesis senyawa alkohol dan karbonil yang rumit. Ia sangat berguna karena karbon-α gugus enolat bersifat nukleofilik.
Saya akan menjawab permasalahan anda no 1 :
ReplyDeleteDimana bentuk yang terionisasi dari asam malonat, termasuk juga ester dan garamnya, dikenal sebagai malonat. Sebagai contoh, dietil malonat adalah etil ester dari asam malonat. Nama ini berasal dari Bahasa Latin malum, yang berarti apel.
Biokimia
Pada bit terdapat kandungan garam kalsium asam malonat yang tinggi. Dalam keadaan normal, ia berbentuk kristal putih. Asam malonat adalah inhibitor kompetitif, ia berkompetisi dengan suksinat dehidrogenase (kompleks II) pada proses fosforilasi oksidatif.
Sintesis organik
Proses pembuatan asam malonat klasik dimulai dari asam asetat[1]. Asam asetat diklorinasi, menghasilkan asam kloroasetat. Reaksi dengan natrium karbonat menghasilkan garam natrium, yang kemudian direaksikan dengan natrium sianida, menghasilkan garam siano asam asetat melalui substitusi nukleofilik
Asam malonat adalah inhibitor kompetitif, ia berkompetisi dengan suksinat dehidrogenase (kompleks II) pada proses fosforilasi oksidatif.
ReplyDeleteSintesis organik
Proses pembuatan asam malonat klasik dimulai dari asam asetat[1]. Asam asetat diklorinasi, menghasilkan asam kloroasetat. Reaksi dengan natrium karbonat menghasilkan garam natrium, yang kemudian direaksikan dengan natrium sianida, menghasilkan garam siano asam asetat melalui substitusi nukleofilik.
No 1
ReplyDeleteProses pembuatan asam malonat klasik dimulai dari asam asetat[1]. Asam asetat diklorinasi, menghasilkan asam kloroasetat. Reaksi dengan natrium karbonat menghasilkan garam natrium, yang kemudian direaksikan dengan natrium sianida, menghasilkan garam siano asam asetat melalui substitusi nukleofilik. Gugus nitril dapat kemudian dihidrolisis dengan natrium hidroksida, menghasilkan natrium malonat. Proses pengasaman kemudian menghasilkan asam malonat yang diinginkan.
Reaksi organik
Contoh reaksi yang terkenal adalah kondensasi asam malonat dengan urea, menghasilkan asam barbiturat. Asam malonat sering digunakan sebagai enolat pada kondensasi Knoevenagel
Saya akan menjawab permasalahan 2. Senyawa 1,3-dikarbonil dan 1,3,5-trikarbonil sedikit asam karena adanya stabilisasi resonansi yang kuat yang terjadi ketika satu atom hidrogen dilepaskan (dari bentuk keto maupun enol). Resonansi enol memiliki analogi yang sama yang digunakan untuk menjelaskan keasaman fenol, yakni terjadi delokalisasi muatan negatif ion enolat ke karbon alfa. Ion-ion enolat ini sangatlah berguna dalam sintesis senyawa alkohol dan karbonil yang rumit. Ia sangat berguna karena karbon-α gugus enolat bersifat nukleofilik.
ReplyDeletePada keton (sejenis karbonil) dengan hidrogen-α yang asam pada kedua karbon di sebelah gugus karbonil, selektivitas deprotonasi dapat dicapai untuk mendapatkan enolat yang kita inginkan. Pada temperatur rendah (-78 °C, yakni dengan penangas es kering), pelarut aprotik, dan basa seperti LDA, proton "kinetik" dapat dilepaskan. Proton "kinetik" adalah proton yang secara sterik lebih mudah dijangkau. Di bawah kondisi termodinamik (temperatur yang lebih hangat, basa lemah, dan pelarut protik), kesetimbangan terjadi antara keton dengan dua enolat yang memungkinkan.
Nomor 1
ReplyDeleteSecara umum, produk reaksi dari ester malonat atau ester asetoasetat adalah asam-asam asetat tersubtitusi atau aseton tersubtitusi (Feassenden, 1982:171).
Nomor 1
ReplyDeleteSecara umum, produk reaksi dari ester malonat atau ester asetoasetat adalah asam-asam asetat tersubtitusi atau aseton tersubtitusi (Feassenden, 1982:171).
Baiklah Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
ReplyDeleteEnolat hanya akan terdapat pada kondisi yang bebas asam Brønsted karena secara umum enolat bersifat sangat basa.
Senyawa 1,3-dikarbonil dan 1,3,5-trikarbonil sedikit asam karena adanya stabilisasi resonansi yang kuat yang terjadi ketika satu atom hidrogen dilepaskan (dari bentuk keto maupun enol). Resonansi enol memiliki analogi yang sama yang digunakan untuk menjelaskan keasaman fenol, yakni terjadi delokalisasi muatan negatif ion enolat ke karbon alfa. Ion-ion enolat ini sangatlah berguna dalam sintesis senyawa alkohol dan karbonil yang rumit. Ia sangat berguna karena karbon-α gugus enolat bersifat nukleofilik.