Manipulasi Gugus Fungsi I


MANIPULASI GUGUS FUNGSI
(MEMANIPULASI GUGUS FUNGSI YANG BERSIFAT HETEROATOM)

Gugus fungsi adalah gugus atom dalam molekul yang menentukan ciri atau sifat suatu senyawa.  Gugus fungsi ini merupakan atom selain atom karbon dan atom hidrogen dalam senyawa hidrokarbon dan membentuk ikatan rangkap. Adapun bagian-bagian dari molekul yang hanya terdiri dari atom karbon dan hidrogen saja serta hanya mengandung ikatan tunggal saja disebut gugus-gugus non fungsional.
Sintesis Asam Sinamat Dari Asam Malonat Dan Benzaldehid Dengan Katalis Etilendiamin
Sintesis senyawa asam sinamat dan turunannya dapat dilakukan melalui reaksi Perkin dan Knoevenagel. Sintesis senyawa asam sinamat menurut reaksi  Perkin menghasilkan presentase rendemen yang lebih kecil dibandingkan Knoevenagl (Ekowati cit Norman dan Coxon, Iwantono, 2003).
Aplikasi reaksi Knoevenagel ini yaitu pada kondensasi suatu keton atau aldehid dengan senyawa-senyawa yang mudah terenolisasi dan terdiri dari 2 gugus pengaktif. Ester malonat dan ester sianoasetat merupakan contoh dari senyawa yang memiliki 2 gugus pengaktif. Basa lemah seperti amina dapat memberikan konsentrasi ion enolat yang cukup tinggi untuk reaksi untuk self-condentation dari komponen karbonil dapat diminimalkan (Carey and Sundberg, 1977).
Senyawa intermediet yang telah diadisi mudah mengalami dekarboksilasi. Pada umumnya dekarboksilasi dan eliminasi terjadi secara bersamaan. Dekarboksilasi adalah hilangnya CO2 dari gugus karboksil. Pada umumnya asam karboksilat membutuhkan pemanasan tinggi untuk mengalami dekarboksilasi ini. Akan tetapi terdapat pengecualian pada asam karboksilat yang memiliki gugus karbonil pada posisi β dari gugus karboksilatnya, seperti asam 3-oksobutanoat. Pada senyawa tersebut, hanya dengan pemanasan secukupnya dapat menyebabkan terjadinya dekarboksilasi.

 
 
Dekarboksilasi terjadi karena penataulangan enam elektron dari bentuk transisi cincin siklik sehingga menghasilkan kabondioksida dan suatu enol. Bentuk enol sebagai hasil dekarboksilasi ini selanjutnya akan mengalami tautomerisasi keto-enol.


PERMASALAHAN :
1.      Mengapa reaksi Perkin menghasilkan presentase rendemen yang lebih kecil dibandingkan Knoevengel pada sintesis senyawa asam sinamat ?
2.      Bagaimana proses dari reaksi Knoevengel pada reaksi sintesis ini ?
3.      Mengapa katalis etilendiamin sangat berpengaruh terhadap “Sintesis Asam Sinamat Dari Asam Malonat Dan Benzaldehid” ?

Comments

  1. Malam saudari novi
    Saya akan menjawab permasalahan yang ketiga. Karena etilendiamin memiliki atom notrogrn dengan sepasang elektron bebas. Hal ini menjadikan etilendiamin bersifat basa atau nukleofil. Bertambahnya nilai pKb menyatakan bertambahnya kuat basa.

    ReplyDelete
  2. Saya akan menjawab permasalahan pertama.
    Sintesis asam sinamat dapat dilakukan melalui reaksi Knoevenagel dan reaksi Perkin. Reaksi Knoevenagel lebih sering digunakan karena jumlah senyawa yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan reaksi Perkin. Reaksi Knoevenagel merupakan reaksi kondensasi antara suatu aldehid dan senyawa yang mempunyai hidrogen α dengan dua gugus karbonil dengan menggunakan 2 katalis basa organik yang memiliki gugus amina (Fessenden and Fessenden, 1986b).

    Etilendiamin (pKb = 4.07) tergolong suatu amina primer dan memiliki sifat basa lebih kuat dibandingkan amonia (pKb = 4.74). Menurut McMurry (2004), semakin kuat basa yang digunakan maka atom hidrogen α semakin mudah membentuk ion enolat. Dengan demikian, pembentukan asam sinamat diharapkan semakin cepat dan rendemen yang dihasilkan lebih banyak. Oleh karena itu perlu diteliti penggunaan etilendiamin sebagai katalis dalam sintesis senyawa asam sinamat.

    ReplyDelete
  3. baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
    Sintesis asam sinamat melalui reaksi knoevenagel dilakukan
    dengan mereaksikan benzaldehid yang merupakan aldehid aromatic
    tanpa hydrogen α, asam malonat (asam dikarboksilat yang memiliki
    hidrogenα) sebagai precursor karbonion/ precursor enolat, piridin
    sebagai pelarut dan katalis basa, piperidin sebagai katalis basa.
    Dimana reaksi kondensasi knoevenagel merupakan reaksi
    kondensasi aldol silang antara aldehid tanpa hydrogen α dan
    senyawa yang memiliki hydrogen α yang distabilkan oleh dua
    gugus penstabil karbonion/ gugus pengaktif (seperti C=O atau
    C=N) dengan katalis basa. Selanjutnya, untukmembentuk garam
    HCl dari piridin dan piperidin ditambahkan HCl 2N.

    ReplyDelete
  4. Baiklah saya akan menjawab permasalahan ke 2.
    Aplikasi reaksi Knoevenagel ini yaitu pada kondensasi keton atau aldehid dengan senyawa yg mudah terenolisasi dan terdiri dari 2 gugus pengaktif. Senyawa intermediet yg telah di adisi mudah mengalami dekarbolasi yaitu hilangnya CO2 dari gugus karbonil.

    ReplyDelete
  5. Baiklah saya akan menjawab permasalahan ke 2.
    Aplikasi reaksi Knoevenagel ini yaitu pada kondensasi keton atau aldehid dengan senyawa yg mudah terenolisasi dan terdiri dari 2 gugus pengaktif. Senyawa intermediet yg telah di adisi mudah mengalami dekarbolasi yaitu hilangnya CO2 dari gugus karbonil.

    ReplyDelete
  6. reaksi kondensasi knoevenagel merupakan reaksi
    kondensasi aldol silang antara aldehid tanpa hydrogen α dan
    senyawa yang memiliki hydrogen α yang distabilkan oleh dua
    gugus penstabil karbonion/ gugus pengaktif (seperti C=O atau
    C=N) dengan katalis basa. Selanjutnya, untukmembentuk garam
    HCl dari piridin dan piperidin ditambahkan HCl 2N.

    ReplyDelete
  7. Baiklah saya akan menjawab permasalahan ke 2.
    Aplikasi reaksi Knoevenagel ini yaitu pada kondensasi keton atau aldehid dengan senyawa yg mudah terenolisasi dan terdiri dari 2 gugus pengaktif. Senyawa intermediet yg telah di adisi mudah mengalami dekarbolasi yaitu hilangnya CO2 dari gugus karbonil.

    ReplyDelete
  8. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3. Mengapa katalis etilendiamin sangat berpengaruh terhadap “Sintesis Asam Sinamat Dari Asam Malonat Dan Benzaldehid” ?? Etilendiamin memiliki atom nitrogen dengan sepasang elektron bebas, hal ini menjadikannya bersifat basa atau nukleofil. Berkurangnya nilai pKb menyatakan bertambahnya kuat basa.

    ReplyDelete
  9. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3. Mengapa katalis etilendiamin sangat berpengaruh terhadap “Sintesis Asam Sinamat Dari Asam Malonat Dan Benzaldehid” ?? Etilendiamin memiliki atom nitrogen dengan sepasang elektron bebas, hal ini menjadikannya bersifat basa atau nukleofil. Berkurangnya nilai pKb menyatakan bertambahnya kuat basa.

    ReplyDelete
  10. reaksi kondensasi knoevenagel merupakan reaksi
    kondensasi aldol silang antara aldehid tanpa hydrogen α dan
    senyawa yang memiliki hydrogen α yang distabilkan oleh dua
    gugus penstabil karbonion/ gugus pengaktif (seperti C=O atau
    C=N) dengan katalis basa. Selanjutnya, untukmembentuk garam
    HCl dari piridin dan piperidin ditambahkan HCl 2N.

    ReplyDelete
  11. Saya akan menjawab permasalahan pertama.
    Sintesis asam sinamat dapat dilakukan melalui reaksi Knoevenagel dan reaksi Perkin. Reaksi Knoevenagel lebih sering digunakan karena jumlah senyawa yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan reaksi Perkin. Reaksi Knoevenagel merupakan reaksi kondensasi antara suatu aldehid dan senyawa yang mempunyai hidrogen α dengan dua gugus karbonil dengan menggunakan 2 katalis basa organik yang memiliki gugus amina (Fessenden and Fessenden, 1986b).

    ReplyDelete
  12. jawaban permasalahan nomor 1
    Sintesis senyawa asam sinamat dan turunannya dapat dilakukan melalui reaksi Perkin dan Knoevenagel. Sintesis senyawa asam sinamat menurut reaksi Perkin menghasilkan presentase rendemen yang lebih kecil dibandingkan Knoevenagl (Ekowati cit Norman dan Coxon, Iwantono, 2003).
    Aplikasi reaksi Knoevenagel ini yaitu pada kondensasi suatu keton atau aldehid dengan senyawa-senyawa yang mudah terenolisasi dan terdiri dari 2 gugus pengaktif. Ester malonat dan ester sianoasetat merupakan contoh dari senyawa yang memiliki 2 gugus pengaktif. Basa lemah seperti amina dapat memberikan konsentrasi ion enolat yang cukup tinggi untuk reaksi untuk self-condentation dari komponen karbonil dapat diminimalkan (Carey and Sundberg, 1977).

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SYNTHESIS OF ALKYNES

Carbonyl Condensation Reaction